adang, 7 September 2026 – Senin (7/9) pagi, langit Padang kelabu. Namun di halaman MIN 7 Kota Padang, semangat tak ikut meredup. Upacara bendera tetap berlangsung, kali ini dengan pesan yang lebih menyentuh: kabut asap sedang menguji, dan warga madrasah harus saling menjaga.
Bertindak sebagai pembina upacara, Fitri Yanti menyampaikan pesan sederhana tapi menusuk hati. "Pakai masker, kurangi aktivitas luar ruang," ujarnya di hadapan murid, guru, pegawai, hingga mahasiswa PL Universitas Adzkia. Ia mengingatkan, anak-anak adalah kelompok paling rentan terdampak asap karhutla.
Lebih dari sekadar imbauan, Fitri mengajak semua memaknai kesehatan sebagai amanah. "Kesehatan adalah modal utama untuk belajar dan beraktivitas. Kalau tubuh sehat, kita bisa belajar dengan baik dan beribadah dengan nyaman," tuturnya. Ia juga meminta siswa tak panik, tapi tetap waspada—segera lapor bila batuk atau sesak mulai terasa.
Pesan pagi itu ditutup dengan harapan yang menenangkan. "Selama kabut asap masih ada, mari saling mengingatkan dan saling peduli. Semoga seluruh warga madrasah selalu diberikan kesehatan dan keselamatan," pungkasnya. Upacara selesai, tapi kesadaran itu tetap menggantung di udara, menunggu untuk diamalkan.