Padang, 1 Agustus 2026 – Sabtu (1/8) pagi, halaman MIN 7 Padang tak hanya disapa mentari. Seluruh murid dan guru berkumpul dalam barisan rapi, memulai semester ganjil dengan praktik ibadah perdana. Ada rasa haru yang mengalir tanpa suara, bahwa tahun ajaran baru benar-benar dimulai dengan hati.
Anak-anak kecil itu membawa sajadah dan harapan. Beberapa tampak masih malu-malu, namun seiring gerakan imam, suara lirih mereka perlahan menyatu dalam zikir dan doa. Tak ada tegangan, hanya ada rasa aman yang terpancar dari wajah polos itu.
Kepala Madrasah, Rusdayetti, menatap mereka dengan bangga. “Kami ingin anak-anak tak hanya cerdas di otak, tapi juga mantap di akhlak. Praktik ibadah ini bukan sekadar kewajiban, ini cara menanamkan cinta pada Allah SWT,” ucapnya lirih.
Pagi itu mengajarkan satu hal sederhana: bahwa pendidikan terbaik selalu menyentuh ruhani. Dan di MIN 7 Padang, kisah baru semester ini diawali bukan dengan buku, melainkan dengan sujud yang menenangkan.